SUNAH SUNAH FITHRAH



Sunah sunah fitrhrah
Yaitu sifat sifat dasar yang menjadi fitrhrah manusia dan berfungsi sebagai perlengkapan agar manusia tampil lebih indah da menarik.

Aisyah meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda "ada sepuluh jenis fitrah manusia, yaitu menggunting kumis memelihara jenggot, bersiwak, memasukkan air kedalam hidung lalu menyemburkannya keluar, memotong kuku, membersihkan ruas ruas jari, mencabut bulu keriak, mencukur bulu kemaluan, hemay menggunakan air, dan berkumur kumur"

1. Berswak (menggosok gigi)
Bersiwak setiap waktu adalah sunah, Rasulullah saw bersabda,"siwak itu membersihkan mulut dan mendatangkan keridhaan Allah SWT."

Bersiwak dianjurkan pada saat:

A. Berwudhu
Berwudhu Berwudhu Rasulullah bersabda, "Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku           perintahkan mereka bersiwak setiap mereka berwudhu."

B. Ketika Hendak Mengerjakan Shalat
Berwudhu Rasulullah bersabda, "Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap mereka mendirikan shalat."

C. Ketika Masuk Rumah
Diriwayatkan oleh Al Miqdaam dari bapaknya, "Saya pernah bertanya kepada Aisyah,             apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw setiap kali beliau masuk rumahnya? Aisyah       m menjawab, "Bersiwak."

D. Ketika Bangun Tidur
Hudzaifah berkata," Rasulullah saw ketika bangun tidur membersihkan mulutnya                   dengan bersiwak."

E. Ketika Hendak Membaca Al Quran
Ali pernah memerintahkan seseorang untuk bersiwak sambil berkata," Rasulullah saw bersabda," seseungguhnya jika seorang hamba bersiwak, kemudian dia mendirikan shalat, maka malaikat akan berdiri dibelangkangnya mendengarkan bacaan Al Qurannya, para malaikat akan terus mendekat kepadanya sampai mereka meletakkan bibir mereka di bibirnya. Dan tidak ada satu hurufpun yang keluar dari mulutnya kecuali akan masuk kedalam hati para malaikat. Maka bersihkanlah mulut mulut kalian saat kalian membaca Al Quran."

2. Berkumur Kumur Dan Beristinsyaaq
Berkumur kumur artinya memasukkan air kedalam mulut lalu menggerakkannya didalam mulut lalu dimuntahkan keluar, sedangkan istinsaaq adalah menghirup air dan memasukkannya ke dalam hidung.

3. Istinja'
Istinja' yaitu membersihkan kotoran atau najis yang melekat atau menempel pada bagian qubul ( kemaluan ) dan subur ( pantat ) dengan mengunakan air bersih.

4. Memotong Atau Memendekan Kumis
Hal ini di maksudkan agar seseorang tampil rapih indah dan menarik. Selain itu menjadi tanda kebersihan dan sikap menyelisihi orang kafir.

5. Memelihara Jenggot
Maksudnya memboarkannya tumbuh dan memanjang serta merawatnya. Hukum memotong jenggot adalah termasuk perbuatan yang diharamkan karena adanya perintah untuk memelihara dan memanjangkannya, Rasulullah saw bersabda," Pendekkanlak kumis kalian danpeliharalah jenggot serta selisihilah orang orang majusi.

6. Istihdaad
Istihdaad yaitu memotong bulu bulu yang tumbuh di sekitar kemaluaan. Manfaat istihdaad itu sendiri adalah hasul penelitian menyebutkan bahwa memitong bulu bulu di sekitar kemaluan dapat menyehatkan tubuh dan menambah kuat serta menyegarkan tubuh. Sebab semakin lebat dan panjang bulu bulu tersebut akan mengakibatkan munculnya penyakit radang kulit yang akan mengganggu kesehatan tubuh.

7. Khitan Dan Khifadh
Khitan dioerintahkan bagi pria sedangkan khifadh bagi wanita muslimah. Rasulullah saw berkata kepada Ummu Athiah, "lukailah sedikit pada bagian klitoris wanita sesungguhnya ia membuat wajah semakin bersinar dan lebih membahagiakan oasangan."
   Manfaat Khitan bagi pria adalah untuk menjaga kebersihan alat kelamin mereka, sehingga tidak ada kotoran yang menempel dilher kepala kemaluan yang di tutupi kulit. Sedangkan bagi wanita adalah agar mereka lebih tampak menarik dengan wajah yang berseri seri.

8. Memotong Kuku
Memotong kuku dan tidak membiarkan panjang agar supaya kuku kuku yang kita punyai tidak menjadi sarang penyakit.

9. Mencabut Bulu Ketiak
Adalah mencabut bulu bulu yang tumbuh di ketiak agar terlihat lebih bersih dan untuk menghilangkan bau tak sedap yang melekat pada bulu bulu tersebut.

10. Mencuci Ruas Ruas Jemari
Termasuk yang harus di bersihkan adalah kotoran kotoran yang menempel pada daun telinga, leher atau anggota tubuh lainnya. Dimakruhkan membiarhan kuku, bulu ketiak. Bulu kemaluan, dan kumis selama 40 hari dan tidak mencukurnya. Dari Anas bin Malik berkata, "Rasulullah saw memerintahkan menggunting kumis, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, dan mencabut bulu ketiak dan beliau membatasi waktu maksimalnya selama 40 hari."


Penulis : Dr. Abdullah Bahammam
Tentang FIQIH







Keutamaan Shalat Dhuha




Keutamaan Shalat Dhuha 

Islam adalah agama yang membawa rahmat dan mengajarkan umatnya untuk berbuat kebajikan. Fungsi agama islam dapat dirasakan apabila umat islam menjalankan kewajibannya. Salah satu kewajiban umat islam adalah shalat. Tidak hanya shalat yang wajib, islam juga menganjurkan umatnya untuk melaksanakan ibadah sunnah seperti shalat dhuha. Hal tersbut merupakan cara meningkatkan amal ibadah dan cara meningkatkan akhlak manusia. Shalat dhuha adalah shalat yang dikerjakan pada waktu dhuha atau antara waktu setelah matahari terbit atau pukul 8 hingga sebelum tengah hari yakni pukul 11 siang dan merupakan salah satu macam shalat sunnah.
Sebagai umat islam selayaknya kita senang mengerjakan amal ibadah termasuk shalat dhuha. Shalat dhuha memiliki banyak keutamaan shalat dhuha seharusnya memotivasi kita untuk mengerjakannya. Diantara keutamaan shalat dhuha tersebut adalah :

1. Pahalanya seperti bersedekah

Mengerjakan shalat dhuha memiliki nilai yang sama seperti nilai amalan seperti keutamaan sedekah. Sesdekah yang dimaksud adalah sedekah yang diperlukan oleh 360 persendian tubuh kita terlebih jika kita ikhlas mengerjakannya ( baca ciri-ciri orang yang tidak ikhlas dalam beribadah)  Orang islam yang mengerjakan shalat dhuha akan memperoleh ganjaran pahala sebanyak persendian itu. Sebagaimana hadist Rasulullah saw, yang berbunyi :

“Disetiap sendi seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan Alhamdulillah ) adalah sedekah,s etiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu akbar) adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha sebanding dengan pahala semua itu”

2. Dicukupi kebutuhannya

Shalat Dhuha yang dilakukan oleh seseorang diawal hari menjanjikan tercukupinya rezeki atau kebutuhan seseorang tersebut di akhir hari. Shalat Dhuha merupakan shalat yang dilakukan untuk memohon rizki kepada Allah SWT. Hal tersebut ditunjukan oleh ketentuan waktu pelaksanaan dan tersirat dalam do’a yang dibaca setelah pelaksanaan shalat tersebut. Selain itu, Allah juga berjanji pada setiap umat islam yang rajin melaksanakan shalat Dhuha untuk mencukupi apa yang menjadi kebutuhannya, setidaknya kebutuhannya disore atau diakhir hari. Dengan janji-Nya tersebut, Allah sebenarnya ingin memberikan balasan dan imbalan atas kesediaan hamba-Nya untuk mengingat diri-Nya di waktu Dhuha dengan memenuhi apa-apa yang menjadi kebutuhan dia sepanjang hari itu. Janji Allah tersebut dapat ditemukan dalam sebuah hadist qudsi. Rasulullah saw. Yang bunyinya :
“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Wahai anak Adam, cukuplaah bagi-Ku empat rekaat di awal hari, maka Aku akan mencukupimu disore harimu”
Janji Allah ini akan bisa menjadi penyebab hati gelisah dikarenakan kurangnya rizki yang diperoleh serta mencegah bahaya putus asa bagi sebagian orang yang tidak diberikan rizki yang cukup. Shalat dhuha adalah merupakan salah satu perantara agar keinginan cepat terkabul seperti halnya kika mengerjakan shalat hajat.

3. Meraih Ghanimah atau keuntungan yang lebih cepat

Orang yang dengan tekun mengerjakan shalat dhuha akan memperoleh ghanimah atau keuntungan yang lebih cepat atas izin Allah SWT. Hal ini terjadi di zaman Rasullullah dimana Rasul membandingkan orang-orang mukmin yang melaksanakan shalat Dhuha dengan mujahid yang berangkat bertempur ke medan perang yang berjarak dekat dengan tampat tinggal mereka lalu kembali lagi dengan cepat ke tempat asalnya dengan membawa ghanimah (rampasan perang) yang banyak dan tentunya kemenangan. Hal ini merupakan motivasi untuk mengerjakan amal ibadah serta usaha untuk bertawakkal kepada Allah SWT karena manfaat tawakkal amatlah besar.
Rasulullah pun menimbang bahwa keuntungan yang akan diperoleh oleh mereka yang melaksanakan shalat Dhuha akan berjumlah lebih banyak dibandingkan dengan keuntungan yang bisa diperoleh oleh para mujahid tersebut. Hal ini sebagaimana sabda rasullulah SAW yang bunyinya :

“Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu Rasulullah saw bersabda; “Maukah kalian aku tunjukan kepada tujuanpaling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah(keuntungan)nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab: “Ya! Rasul berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dialah yang paling dekat tujuannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya”

4. Diganjar dengan rumah di surga

Orang yang selalu bersedia meluangkan waktunya untuk melaksanakan shalat Dhuha 12 rekaat di awal hari akan dijanjikan ganjaran oleh Allah berupa sebuah rumah indah yang terbuat dari emas kelak diakhirat. Hal ini menurut Anas Bin Malik yang mendengar bahwa Rasulullah sawbersabda :
“Siapa saja yang shalat Dhuha 12 rekaat, Allah akan membuat untuknya sebuah istana yang terbuat dari emas di surga”” (HR. Ibnu Majah)

5. Mendapat pahala haji dan umrah

Orang yang melaksanakan shalat Dhuha dengan tekun akan mendapatkan pahala haji dan umrah sempurna Dari Anas ra berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna”

6. Menggugurkan dosa

Shalat Dhuha akan menggugurkan dosa-dosa orang yang rutin melakukan ibadah shalat dhuha meskipun dosanya itu sebanyak buih di lautan. Berikut hadist yang memperkuat hal ini. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,

“Barangsiapa yang menjaga shalat Dhuha, maka dosa-dosanya diampuni walaupun dosanya itu sebanyak buih dilautan” (HR. Tirmidzi)

7. Dibuatkan pintu khusus di surga

Keutamaan lain yang dijanjikan Allah bagi orang yang tekum mengerjakan shalat dhuha adalah bahwa dia akan dibuatkan pintu khusus di surga kelak, yakni pintu yang dinamakan pintu Dhuha. Dengan demikian maka jelaslah bahwa orang yang tekun mengerjakan shalat dhuha memiliki kedudukan yang tinggi di mata Allah SWT hingga dibuatkan pintu tersendiri untuk memasuki surga  tidak memandang apakah ia muslim sejak lahir maupun mualaf. Rasulullah bersabda: Dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad saw bersabda,

“sesungguhnya disurga ada slaah satu pintu yang dinamakan pintu Dhuha, bila datang hari kiamat malaikat menjaga surga memangil; mana ia yang melazimkan shalat Dhuha? Inilah pintu kalian maka masukilah dengan kasih sayang Allah” (HR.Thabrani)
Berikut Allah memberikan kedudukan yang istimewa bagi orang-orang yang melaksanakan Dhuha berdasarkan dengan jumlah rakaatnya:
Orang yang mengerjakan dua rekaat shalat Dhuha akan tercatat sebagai orang yang tidak lalai

Orang yang mengerjakan empat rekaat shalat Dhuha tercatat sebagai orang yang muhsinin (berbuat baik)
Orang yang mengerjakan emam rekaaat shalat Dhuha akan tercatat sebagai hamba yang taat
Orang yang mengerjakan shalat Dhuha delapan rakaat tercatat sebagai hamba yang juara (Sukses)
Orang yang mengerjakan dua belas rekaat shalat Dhuha akan dibuatkan sebuah rumah yang indah disurga
Sebagaiman hadist yang menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabda:
Dari Abi Dzar ra, Rasulullah saw bersabda, “Bila engkau melaksanakan dua rekaat shalat Dhuha maka engkau tidak dicatat sebagai hamba yang lalai, atau empat rekaat maka engkau akan dicatat sebagai hamba yang muhsinin (berbuat baik), atau enam rakaat engkau akan dicatat sebagai hamba uang taat, atau delapan maka engkau akan dicatat sebagai hamba yang juara (Sukses), atau sepuluh maka pada hari ini dosamu tidak dicatat, atau dua belas rakaat maka Allah akan membangunkan rumah disurga”

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Dhuha
Shalat Dhuha dilakukan dua rakaat-dua rakaat dan memberikan salam disetiap akhir dua rakaat tersebut. Jadi, ketika kita melaksanakan shalat Dhuha lebih dari dua rakaat, kita tidak melaksanakannya sekaligus empat, enam, atau delapan rakaat dengan satu kali salam, melainkan tetap dilakukan dengan dua rakaat-dua rekaat dengan salam pada masing-masing dua rakaat itu.
Hal ini berdasarkah hadist Rasullulah SAW, dari Ummi Hani binti Abu Thalib bahwa Rasulullah saw mengerjakan Shalat sunnah Dhuha pada saat penaklukan Makkah sebanyak delapan rakaat kemudian salam pada setiap dua rakaat. (HR.Ibnu Majah)
Sebenarnya hal yang paling penting disini bukan lah kuantitasnya melainkan kualitas. Menjalankan shalat dhuha dengan lebih sedikit rakaat lebih baik dari mengerjakan banyak rakaat tetapi tidak khusuk. Hendaknya shalat dhuha dilakukan secara istiqomah dan rutin agar dapat memperoleh keutamaan-keutamaan yang disebutkan diatas. Selain itu membaca Alqur’an setelah shalat dhuha juga disarankan karena manfaat membaca Alqur’an sangatlah besar. Orangtua juga sudah selayaknya mengerti bagaimana cara mengajari anak sholat dan emotivasi untuk mengerjakan ibadah baik wajib maupun sunah ( baca juga cara mendidik anak menurut islam). Semoga dengan mengerjakan shalat dhuha kita dapat menambah kadar keimanan dan fungsi iman kepada Allah SWT dapat tercapai dalam hidup.

7 Macam Nafsu Manusia Dan Tingkatanya Menurut Islam Al Quran


7 MACAM NAFSU MANUSIA DAN TINGKATANYA

Sebelum berbicara mengenai 7 tingkatan nafsu mari kita membahas dahulu apa sebenarnya "Nafsu" itu? Nafsu merupakan suatu keinginan manusia kepada sesuatu. Pada dasarnya wajar setiap manusia memiliki keinginan akan sesuatu selama tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT.

Namun kebanyakan dari kita mengertikan nafsu itu dari sudut negatif. Mungkin setelah dijelaskan mengenai 7 tingkatan nafsu, kita boleh memahami nafsu dari segi positifnya. Namun ketika ini sedikit sekali orang yang manggunakan nafsunya untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Padahal jika nafsu boleh diperintah dengan baik, boleh mengubah hati manusia dari keruh menjadi sangat jernih.

Dan firman Allah SWT: "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)".

1- NAFSU AMARAH:
Nafsu ini adalah nafsu yang paling mudah menjerumuskan manusia kedalam panasnya api neraka. Orang yang memiliki nafsu ini tentu tidak kenal dengan yang namanya akhirat. Orang ini senang melakukan perbuatan yang dilarang asalkan dirinya boleh merasa senang dengan perbuatannya (dosa) itu.

2- NAFSU LAWWAMAH:
Nafsu  ini tingkatannya lebih tinggi daripada nafsu amarah. Orang yang berada pada tahap nafsu lawwamah ini sudah tau antara perbuatan yang dilarang dan amal kebajikan. Saat jatuh pada kejahatan dia masih merasa puas namun di ketika lain ia menyesali perbuatannya itu. Dia Kadang ia berbuat baik dan setelah itu akan kembali melakukan perbuatan dosa lagi. Orang yang seperti ini masih belum boleh dijamin masuk surga.

3- NAFSU MULHAMAH:
Orang yang berada pada tingkatan ini apabila hendak melakukan amal kebajikan terasa berat. Namun dalam keadaan bermujahadah dia berbuat kebaikan-kebaikan karena ia sudah mulai takut pada kemurkaan Allah dan pedihnya api Neraka. Bila berhadapan dengan kemaksiatan, hatinya masih rindu dengan maksiat. Namun ia masih dapat melawan dengan membayangkan nikmatnya berada di Syurga. Dia sudah mengenal penyakit-penyakit yang berada dalam hatinya. Seperti iri hati, dengki, syirik, dan lain-lain. Tapi dia masih belum mampu melawan. Bila penyakit-penyakit hati ini sudah tidak ada lagi, ia akan rasa satu kenikmatan baru dalam hatinya dan akan merasa benci dalam melakukan kejahatan. Dan pada saat itu dia telah meningkat ke taraf nafsu yang lebih baik lagi yaitu Nafsu Muthmainnah.

4- NAFSU MUTHMAINNAH:
Orang yang berada dalam tingkatan ini sudah dijamin masuk surga. Sesuai dengan yang terkandung dalam surat Al- Fajr ayat 27-30 : "Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang redha dan diredhai, maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam Syurga-Ku". Orang yang berada dalam tingkatan ini sentiasa dijauhkan dari rasa cemas dan gelisah atas segala ketetapan Allah SWT dan selalu merasa sejuk hatinya, tenteram jiwanya, jika dia bisa melakukan suatu amal kebajikan. Hatinya senantiasa rindu pada Allah SWT.

5- NAFSU RADHIAH:
Sifat dari nafsu ini adalah dia selalu menganggap yang makruh itu haram, dan yang sunat ia anggap itu kewajiban. Jika ia tidak melaksanakan apa yang disunatkan, ia merasa berdosa. Baginya takdir baik atau buruk adalah sama saja. mereka tidak peduli dengan urusan yang berbau dunia. Karena hati mereka hanya pada Allah dan redha atas segala ketentuan yang Allah berikan kepadanya.

6- NAFSU MADRHIYAH:
Tingakatan ini lebih tinggi dari tingkatan nafsu radhiah. Yang istimewa pada tingkatan ini adalah Bukan hanya orang pada tingkatan nafsu ini yang sangat mencintai Allah SWT, tapi Allah SWT juga sangat mencintainya. Dia buat Allah SWT cinta padanya dengan melaksanakan apa yang di sunatkan dan tidak melaksanakan sebuah dosa walaupun sekecil jarum di lautan. Sesuai dengan Hadist Qudsi : "Senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaku dengan mengerjakan ibadah-ibadah sunnah sehingga Aku cinta padanya. Maka apabila Aku telah mencintainya, jadilah Aku pendengarannya yang dengannya ia mendengar, penglihatannya yang dengannya ia melihat, perkataannya yang dengannya ia berkata, jadilah Aku tangannya yang dengannya ia berbuat, jadilah Aku kakinya yang dengannya ia melangkah, dan akalnya yang dengannya ia berpikir".

7- NAFSU KAMILAH:
Tingakatan yang ketujuh ini adalah tingkatan para Nabi dan Rasul, manusia yang suci dan sempurna. Yang terpelihara dari perbuatan tercela dan Allah selalu mengawasi dan membimbingnya. Untuk meraih nafsu dari peringkat yang paling bawah hingga peringkat diatasnya diperlukankan untuk Mujahadah hingga Allah SWT yakin akan usahanya. Untuk itu marilah kita tak terkecuali saya sendiri berlumba-lumba untuk meningkatkan peringkat nafsu kita hingga ke tingkat yang lebih tinggi agar kita semua ditempatkan oleh Allah SWT di taman surganya yang tak dapat dilukis oleh panca indera kita kerana keindahannya.

Hukum Hukum Yang berkaitan Dengan Najis


Najis menurut bahasa adalah kotoran sedangkan najis menurutistilah syar'i adakah kotoran yang wajib dicuci menurut perintah syariat

Macam Macam Najis.

1. Air Kencing Dan Kotoran Manusia

  Hal ini di dasarkan pada hadist seorang arab badui yang pernah kencing di masjid lalu Rasulullah saw berkata kepadanya, "tempat ini adalah masjid yang tidak boleh dikotori dengan air kencing maupun kotoran manusia, karena tempat ini hanya di gunsksn untuk berzikir kepada Allah SWT dan mendirikan shalat serta membaca Al Quran."

2. Darah Haid

  Khaulah Binti Yasaar mendatangi Rasulullah saw dan berkata,"wahai Rasulullah aku hanya memiliki selembar sarung , aku memakainya sekalipin sedang haid, Rasulullah saw bersabda," kalau engkau telah bersih dari haidmu, maka cucilah tempat keluarnya darah haid tersebut lalu shalatlah menggunakan pakaianmu itu."

   Semua darah selain darah haid  hukumnya suci, baik yang mengalir ataupun tidak. Dalam sebuah riwayat , ada seorang musyrik yang pernah menombak muslim lain yang sedang shalat, kemudian ia mencabut tombak tersebut dan ia melanjutkan shalatnya sementara darahnya terus mengalir.

3. Air Kencing Dan Kotoran Binatang Yang Haram Dimakan

  Diriwayatkan oleh Ibnu Mas'uud radiallahu anhu,"Suatu ketika Rasulullah buang air besar, lalu beliau memintaku memberinya tiga buah batu, namun aku hanya menemukan dua buah batu, aku terus mencari batu yang ke tiga namun tidak aku dapatkan. lalu aku menggambil kotoran hewan yang sudah kering dan membawanya kepada Beliau, beliau mengambil dua buah batu tersebut dan membuang kotoran hewan yang telah kering seraya berkata."Kotoran ini adalah riksun."

4. Bangkai

  Yaitu semua binatang yang mati bukan karena disembelih secara syar'i.
Alloh SWT berfirman:

 قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ


Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi -- karena sesungguhnya semua itu kotor -- atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".  (Al An'aam:145)

Potonan daging yang diambil darinhewan hidup sebelim di dembelih termasuk bangkai.

Beberapa Pengecualian Bangkai

Bangkai ikan dan belalang

  Hadist Rasulullah saw,"dihalalkan bagi kita memakan dua jenis bangkai dan dua jenis darah. kedua jenis bangkai itu adalah bangkai ikan dan belalang. sedangkan dua jenis darah yaitu hati dan limpa."

Bangkai yang tidak bernyawa seperti lalat

Rasulullah saw bersabda,"Jika seekor lalat hinggap diminuman kalian, maka tenggelamkanlah dan keluarkanlah, karena di satu sayapnya ada penawar bagi penyakit yang dibawa oleh sayap yang lainnya."

5. Daging Babi

Alloh SWT berfirman:

 قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ


Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi -- karena sesungguhnya semua itu kotor -- atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".  (Al An'aam:145)

6. Liur Anjing

Sabda Rasulullah bersabda:
Bersihkan bejana kalian jika di jilati anjing adalah dengan mencucinya sebanyak tujuh kali, cucian yang pertama menggunakan tanah.

7. Madzi

Yaitu, cairan berwarna putih bening dan lengket yang keluar saat melakukan pemanasan pra sexs atau ketika membayangkan aktifitas sexs. keluarnya tidak disertai dengan rasa nikmat dan tidak pula terpancar serta tidak memicu perasaan lemas setelah keluar, bahkan kadang keluarnya tidak berasa.
Rasulullah saw bersabda ketika Ali Bin Abi Thalib bertanya seputar madzi. beliau menjawab berwudhulah dan cucilah kemaluanmu.

8. Wadi

yaitu cairan putih yang keluar setelah kencing.

Sucinya Air Mani
 
  Air mani adalah cairan kental yang keluar di sertai perasaan nikmat dan terpancar, memicu perasaan lemas setelah keluar dan baunya seperti telur busuk. hukumnya suci, karena sekiranya ia dianggap najis niscaya Rasulullah saw akan menyuruh menyucinya.

  Cara membersikkannya cukup dicuci jika ia masih basah dan dikerik ktika telah kering. Sebagaimana hadist yang telah diriwayatkan 'Aisyah mengatakan," Rasulullah saw biasa mencuci air mani yang menempel pada pakaiannya kemudian ia pergi untuk melaksanakan shalat dengan pakaian tersebut, dan saya sering melihat bekas cuciannya." Dalam riwayat Muslim disebutkan 'Aisyah berkata,"aku biasa mengerik air mani dari Rasulullah saw kemudian ia memakainya untuk melaksanakan shalat."




Sumber Dari FIQIH Dr Abdullah Bahammam.












Thaharah Dan Air





Thaharah

Thaharah menurut bahasa adalah bersih dan suci dari segala bentuk kotoran sedangkan thaharah menurut istilah syar'i adalah mengangkat dan menghilangkan kotoran dari najis.

Pembagian Thaharah.

1. Thaharah Maknawiyah

Bersihnya hati dari bentuk kesyirikan dan kemaksiatan serta penyakit penyakit hati lainnya.
Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَا ۚ وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَ ۚ
  إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

"Hai orang orang yang beriman sesungguhnya orang orang musyrik itu adalah najis maka janganlah mereka mendekati masjisilharam setelah tahun ini, dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah SWT nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah SWT Maha mengetahui Lagi Maha Bijaksana. " (At Taubah: 28)

Rasullah Saw bersabda:

"Orang orang mukmin itu bukan najis"

2. Thaharah Hissiyah (Secara Fisik)

Adahah sucinya anggota badan dari segala kotoran dan najis yang terbagi ke dalam dua bagian yaitu:

A. Suci Dari Hadats

Hadats adalah sesuatu yang melekat pada tubuh seorang muslim yang menyebabkan terhalang melaksanakan ibadah sebelum ia bersuci seperti shalat, thawaf, dan lain lain.
Hadats terbagi menjadi dua, yaitu:

Hadats Kecil

Yaitu kondisi yang mengharuskan seseorang berwudhu (sebelum melaksanakan ibadah) seperti buang air kecil, buang air besar, dan pembatal wudhu lainnya. Adapun cara bersucinya adah dengan berwudhu.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى

الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُم

إِلَى الْكَعْبَيْنِ
 
" Hai orang orang yang beriman, jika kalian hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan usaplahkepalamu serta basuhlah kakimu sampai mata  kaki" (Al Maidah: 6)

Hadats Besar

Yaitu kondisi yang mengharuskan seseorang mandi (sebelum melaksanakan ibadah) seperti junub, haid dan lainnya. Cara bersuci dari hadast besar adalah mandi
 Allah SWT berfirman:

"Dan jika kamu junub, maka mandilah..." (Al Maaidah: 6).

B. Suci Dari Najis

Menghilangkan najis merupakan sebuah kewajiban setiap muslim.

Allah SWT berfirman:
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
 "Dan pakaianmu, bersihkanlah." (Al Mudatstsir: 4)

Rasulullah bersabda: "Buang air kecil merupakan penyebab yang paling banyak mendatangkanazab kubur
Hadist Rasulullah yang lain, "Apabila seseorang mendatangi masjid, hendaklah ia memeriksa sandalnya. Jika ia melihat kotoran melekat oada sandalnya, hendaknya ia bersihkan lalu ia pakai saat shalat.

Air

Jenis Jenis Air

1. Air Thahur (Suci Dan Mensucikan)

Yaitu air yang tidak berubah warna, rasa dan baunya walaupun telah tercampur dengan benda najis.
Contoh:

A. Air Muthlaq

Yaitu air yang tidak berubah dalam bentuk dasarnya baik air yang turun darilangit seperti hujan, salju dan embun, atau air yang mengalir seperti air laut air sungai air hujan dan aur sumur.
Allah SWT berfirman:

وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا

Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih,

Allah SWT juga berfirman:

إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ

(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu).

Rasulullah saw berdoa sambil mengucapkan, "Ya Allah bersihkanlah aku dari dari semua kesalahanku dengan salju, air dan embun"

Beliau juga bersabda berkenaan dengan aur laut

"Laut itu suci airnya dan halal bangkainya"

B. Air Musta'mal (Yang Telah Digunakan)

Yaitu air yang menetes dari anggota badan orang yang berwudhu atau mandi. Diperbolehkan menggunakan air tersebut untuk bersuci. Berdasarkan riwayat yang shahih dari Ibnu Abbaas "Beberapa istri Rasulullah saw pernah mandi menggunakan jufnah (bejana) lalu Rasulullah saw hendah berwudhu dengan air di bejana tersebut, kemudian istrinya berkata,"wahai Rasulullah saw saya tadi mandi junub menggunakan air itu", lalu beliau bersabda, "sesungguhnya air ini tidak berjunub."

C. Air Yang Bercampur Dengan Benda Yang Suci.

Yaitu air yang tercampur dengan benda yang bersih dan suci seperti tercampur dengan dedaunan, atau tanah, atau karat tempat penampungan air. Namum benda tersebut tidak mengubah sifat air tersebut. Berdasarkan sabda Rasullah kepada para wanita para wanita yang sedang mengurus jenazah putrinya,"Mandikanlah ia tiga kali, atau lima kali, atau lebih dari itu jika diperlukan dengan menggunakan air yang dicampur dengan daun bidara dan taburkan kapur barus pada siraman terakhir."

D. Air Yang Tercampur dengan Najis Namun tidak mengubah sifatnya.

Yaitu air yang telah tercampur dengan benda najis seperti air kencing, bangkai atau selainnya namun tidak mengubah salah satu sifat air tersebut.
Air semacam ini tetap dianggap suci berdasarkan hadist Rasulullah saw tentang sumur Budha'ah,

“Sesungguhnya air itu tetap suci dan tidak dinajisi oleh benda apapun."

Maksudnya, manusia saat itu membuang kotoran di pinggir sumur, dan terkadang air hujan membawa kotoran tersebut ke dalam sumur, akan tetapi debit air sumur yang tinggi sehingga tidak terpengaruh oleh kotoran tersebut dan tidak oula berubah bentuk dan sifatnya.

2. Air Najis

Yautu air yang tercampur dengan benda najis dan mengubah bentuk dan sifat air tersebut, baik bau, rasa atau warnanya. Air semacam ini adalah najis berdasarkan ijmaa' (kesepakatan) ulama haram digunakan.

Keutamaan Dan Keistimewaan Shalat Tahajjud


Keutamaan Sholat Tahajud Berdasarkan Hadist Nabi SAW

Para ulama telah sepakat bahwa hukum sholat tahajud adalah sunnah mu'akkadah yaitu sunnah yang sangat dianjurkan, ini berdasarkan dan diperkuat beberapa hadist akan pentingnya sholat tahajud. Namun kebanyakan dari sebagian manusia sangat berat untuk melaksanakan sholat tersebut, mungkin karena waktu pelaksanaannya dilakukan pada saat manusia lagi enak-enaknya tidur. Padahal keutamaan sholat tahajud sendiri sangat begitu besar bagi yang ikhlas mengerjakannya, sebagaimana yang terdapat dalam beberapa hadist-hadist Nabi SAW.

Keutamaan Sholat Tahajud

Keutamaan sholat tahajud banyak disebutkan dalam Al Quran maupun hadist-hadist dari Rasulullah SAW. Diantaranya adalah sebagai berikut:
Dia Termasuk Golongan Orang Sholeh Dan Penyebab Masuk Surga
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat kebaikan, (yakni) mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (Adz-Dzariyat: 15-18)
Rasulullah SAW pernah bersabda: “Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah tali persaudaraan dan sholatlah ketika manusia terlelap tidur pada waktu malam niscaya engkau akan masuk surga dengan selamat” (HR. Ibnu Majah, dishohihkan oleh Al Albani)

Terpelihara Dari Gangguan Setan Serta Sebagai Pembersih Jiwa
"Suatu hari pernah diceritakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang orang yang tidur semalam suntuk tanpa mengingat untuk sholat, maka beliau menyatakan: “Orang tersebut telah dikencingi setan di kedua telinganya ” (Muttafaqun ‘alaih)
Rasulullah SAW juga menceritakan: “Setan mengikat pada tengkuk setiap orang diantara kalian dengan 3 ikatan (simpul) ketika kalian akan tidur. Setiap simpulnya ditiupkanlah bisikannya (kepada orang yang tidur itu): “Bagimu malam yang panjang, tidurlah dengan nyenyak.” Maka apabila (ternyata) ia bangun dan menyebut nama Allah Ta’ala (berdoa), maka terurailah (terlepas) satu simpul . Kemudian apabila ia berwudhu, terurailah satu simpul lagi Dan kemudian apabila ia sholat, terurailah simpul yang terakhir. Maka ia berpagi hari dalam keadaan segar dan bersih jiwanya. Jika tidak (yakni tidak bangun sholat dan ibadah di malam hari), maka ia berpagi hari dalam keadaan kotor jiwanya dan malas (beramal shalih)” (Muttafaqun ‘alaih)

Seorang muslim yang mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Salah satu perintah Allah adalah mengerjakan shalat. Shalat yang wajib dikerjakan adalah shalat fardhu 5 kali dalam sehari semalam. Sedangkan shalat sunnah yaitu shalat yang tidak wajib dilakukan tapi jika dilakukan akan mendapatkan pahala dan keutamaan.

Seorang muslim dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnat tahajud setiap malam. Shalat tahajud adalah salah satu shalat sunnat yang dikerjakan pada sepertiga malam antara jam 03.00. Pada waktu ini do’a akan diijabah oleh Allah, malaikat akan turun ke bumi.
Dari Aisyah r.a, beliau berkata :
“Nabi Shalallahu’alaihi Wasallam mengerjakn shalat malam sampai kedua telapak kakinya bengkak, lalu aku bertanya kepada beliau, ‘Mengapa engkau melakuka seperti ini, ya Rasulullah, padahal dosamu yang lalu maupun yang akan datang telah diampuni Allah?’ Beliau menjawab, ‘Apakah tidak boleh menjadi hamba Allah yang bersyukur?’.” (H.R Bukhari dan Muslim)

Rasulullah yang sudah dijamin keselamatan dan kebahagiaannya saja masih melakukan shalat tahajud, namun kita kadang masih ragu untuk melaksanakannya.
Seseorang yang senantiasa melaksanakan shalat tahajud, ia akan bisa mengontrol emosinya, karena memiliki ketenangan dan kedamaian jiwa. Beberapa manfaat shalat tahajud setiap malam adalah sebagai berikut:

Manfaat Shalat Tahajud Setiap Malam

1. Menghapus dosa dan mencegah berbuat doa
Shalat tahajud adalah sarana mendekatka diri kepada Allah. Jika kita ingin meminta sesuatu tentu kita harus mendekatkan diri kepada Allah, karena Allah adalah tempat kita meminta. Seperti saat kita ingin meminta ampunan atas dosa yang banyak telah kita perbuat maka kita harus mendekatkan diri kepada Allah agar taubat kita diterima. 
Jika shalat tahajud dilakukan secara rutin dan istiqomah orang-orang yang memiliki niat tulus, maka keistimewaan shalat tahajud akan diberikan kepada orang-orang tersebut. Shalat tahajud memiliki banyak keistimewaan, salah satunya adalah media untuk menghapus dosa yang telah lama kita perbuat serta akan mencegah kita melakukan dosa, karena orang yang melakukan shalat tahajud  setiap malam selalu merasa diawasi oleh Allah.

2. Jaminan masuk surga
Orang yang senantiasa melaksanakan shalat tahajud setiap malam dengan penuh keikhlasan maka jaminannya surga. Sudah jelas diriwayatkan pada sebuah hadits jaminan surga bagi orang yang melaksanakan shalat tahajud.
Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah tali persaudaraan dan shalatlah ketika manusia terlelap tidur pada waktu malam niscaya engkau akan masuk surga dengan selamat.” (H.R Ibnu Majah). Shalat tahajud merupakan shalat yang dilaksanakan pada sepertiga malam saat orang-orang sedang tidur. Walaupun kelihatan mudah tetapi berat dilaksanakan, jika belum terbiasa Allah akan memberikan balasan surga.

3. Mendapatkan keringanan di yaumul hisab
Saat di akhirat nanti tidak ada yang bisa menolong kita termasuk keluarga kita, teman kita, harta kita dan lainnya. Kecuali hanya satu, yaitu amal kebaikan kita selama di dunia.
Ketika timbangan amal kebaikan kita lebih berat maka kita akan masuk surga, tetapi jika timbangan amal keburukannya lebih berat maka akan masuk neraka. Seorang muslim yang rutin melaksanakan shalat tahajud akan mendapatkan keringan hisab di yaumul hisab nanti.
4. Tanda taqwanya tampak di muka
Orang selalu melaksanakan shalat tahajud wajahnya akan terihat bersinar. Hatinya akan tertuntun untuk mengerjakan kebaikan-kebaikan karena shalat tahajud mencegah perbuatan tercela. Shalat tahajud akan menjaga keimanan seseorang. 
Diriwayatkan Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Setan mengikat dengan tiga ikatan. Masing-masing mereka mengatakan, ‘Engkau masih memiliki malam yang panjang, tidurlah!’ Jika ia bangun dengan menyebut nama Allah, maka terlepas satu ikatan. Jika ia berwudhu, maka lepas ikatan selanjutnya. Dan jika ia mengerjakan shalat, maka terlepas satu ikatan lagi, sehingga keesokan harinya ia menjadi rajin, demikian juga dengan jiwanya. Jika tidak demikian, maka esok harinya jiwanya menjadi kotor dan jiwanya menjadi pemalas.” (H.R Muslim)
5. Mendapatkan cinta dan ridho Allah
Saat orang lain sedang menikmati tidurnya, namun orang mukmin bangun dan memilih meninggalkan kenyamanan tidur dan meninggalkan syahwatnya. Mereka bangun dan melaksanakan shalat tahajud untuk mendekatkan dirinya kepada Allah. Janji Allah nyata bahwa orang yang senantiasa mendekatkan diri dan meminta kepada-Nya maka akan dikabulkan. 
Allah sangat cinta kepada hambanya yang mau mendekatkan diri kepada-Nya. Do’a apapun yang kita minta akan dikabulkan oleh Allah jika Allah sudah ridho. Sebagai seorang mukmin tentu tidak akan meminta hal-hal selain untuk kebaikan. Hanya Allah yang akan mencukupkan semua kebutuhan kita.
6. Shalat yang paling afdhal setelah shalat wajib
Shalat tahajud dilakukan pada sepertiga malam yang akan memberikan waktu dan suasana yang khusyu’ untuk berdo’a. Diwaktu itu kita bisa menumpahkan segala masalah dan keluh kesah yang kita rasakan kepada Allah. 
Dari Ibnu Umar r.a, bahwa ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda:  “Jadikanlah shalat witir sebagai shalat di malam hari.” (H.R Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i) 
Hati kita akan terasa aman, nyaman serta keikhlasan akan tercipta pada setiap kejadian yang menimpa kehidupan kita. Shalat tahajud merupakan shalat yang afdhal setelah shalat fardhu, maka Allah memberikan banyak keeistimewaan kepada orang yang dengan ikhlas melaksanakannya.
7. Dikabulkan do’a
Allah berjanji kepada orang yang mau melaksanakan shalat tahajud, apabila ia meminta sesuatu maka akan dikabulkan, memohon ampun maka Allah akan mengampuni, siapa yang berod’a kepada Allah akan dikabulkan. 
Dari Jabir r.a, bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda:  “Sesungguhnya pada waktu malam terdapat suatu waktu yang jika saja bertepatan dengan waktu itu seorang hamba (muslim) meminta kebaikan kepada Allah berkenaan dengan urusan dunia dan akhirat, sudah pasti Allah akan meberikannya. Waktu itu teradapat pada setiap malam.” (H.R Muslim) 
Pada sepertiga malam malaikat akan turun ke bumi dan memeriksa siapa saja yang berdo’a maka do’anya akan disampaikannya kepada Allah. Do’a yang dipanjatkan pada waktu-waktu mustajab akan dikabulkan Allah. Berdo’alah kepada Allah apa yang menjadi keluh kesahmu, mengadulah kepada Allah maka Allah Maha pengatur segalanya.

8. Diangkat derajatnya ke tempat yang terpuji
Orang yang melaksanakan shalat tahajud derajatnya akan diangkat oleh Allah. Orang yang melaksanakan sholat tahajud akan diberikan tempat yang berbeda dari orang tidak melaksanakannya shalat tahajud. 
Orang yang melaksanakan shalat tahajud akan diberikan derajat dan tempat yang terpuji yang membedakan mana yang beraqwa dan tidak bertaqwa. Kenikmatan dan derajatnya tidak ada yang bisa menyamainya, karena hanya akan diberikan kepada orang yang mau melaksanakan shalat tahajud dengan penuh keikhlasan.

9. Meringankan lamanya berdiri di hari kiamat nanti
Manfaat shalat tahajud setiap malam salah satunya meringankan lamanya berdiri di hari kiamat nanti. Hari kiamat merupakan hari akhir dari kehidupan setiap makhluk dan segalanya di dunia. Semua yang ada di dunia ini pasti mengalami kehancuran. 
Pada hari itu tidak ada yang bisa menolong kita, hanya pertolongan Allah dan amal baik yang dapat menolong kita. Maka shalat tahajud akan menolong kita meringankan apapun yang kita rasakan ketika di hari kiamat nanti.

10. Penyebab husnul khotimah
Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mati. Husnul Khotimah akan menentukan kita masih dalam keadaan islam, beriman atau tidak saat nyawa kita dicabut. Husnul khotimah sangat didambakan oleh semua orang yang beriman. Husnul khotimah merupakan mati dalam keadaan baik dan dijamin masuk surga. 
Melaksanakan shalat tahajud akan mengingatkan diri kita kepada Allah, karena ajal pasti akan menjemput kita tanpa kita ketahui. Semoga dengan senantiasa melaksanakan shalat tahajud bisa mengantarkan kita menuju husnul khotimah.

11. Mempercepat tercapainya cita-cita
Setiap manusia pasti ingin cita-citanya tercapai, sebagai seorang yang beriman tentunya akan berusaha, berikhtiar dan senantiasa berdo’a. Usaha tanpa do’a maka sia-sia. Maka dalam mencapai cita-cita berusahalah dan berdo’a pada sepertiga malam setelah shalat tahajud, karena waktu tersebut merupakan waktu yang mustajab.

12. Menjauhkan diri dari kelalaian hati
Manfaat shalat tahajud setiap malam yang berikutnya yaitu menjauhkan diri dari kelalaian hati. Maka kita akan selalu diingatkan untuk senantiasa mengingat Allah yang Maha besar, sehingga hati kita terhindar dari penyakit hati yang dapat membuat kita lupa dan lalai. 
Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa “Barangsiapa yang melaksanakan shalat malam dengan membaca seratus ayat, maka ia tidak akan dicatat sebagai orang lali. Dan jika membaca dua ratus ayat, maka sungguh akan dicatat sebagai orang yang selalu taat dan ikhlas.”

Manfaat Shalat Tahajud Setiap Malam Untuk Kesehatan

1. Melancarkan aliran darah
Shalat tahajud dilaksanakan pada sepetiga malam, pada waktu itu banyak orang yang masih menikmati tidurnya. Tetapi orang muslim yang bertaqwa dan ingin mendekatkan diri kepada Allah akan bangun dan melaksanakan shalat tahajud. 
Shalat tahajud tidak hanya dilakukan untuk berkeluh kesah dan mengadu kepada Allah, tetapi juga memiliki manfaat untuk kesehatan. Pada sepertiga malam udara masih bersih, oksigen belum tercemar dan akan menyehatkan paru-paru kita, melancarkan peredaran darah dan menyehatkan tubuh.

2. Membesarkan rongga paru-paru
Gerakan shalat yang kita kerjakan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Salah satu gerakan yang bermanfaat yaitu gerakan takbiratul ihram lalu bersedekap. Gerakan itu akan membuka rongga paru-paru menjadi besar dan akan melancarkan aliran udara menuju paru-paru. 
Shalat tahajud yang dilakukan pada sepertiga malam akan mendukung kesehatan tubuh kita karena kita melakukan gerakan-gerakan yang memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, bahkan manfaatnya lebih dibanding olahraga.

3. Pikiran akan tenang dan segar
Aktivitas yang kita lakukan seharian pasti akan membuat badan kita lelah dan butuh istirahat, setelah kita bangun pagi pada sepertiga malam, kita akan merasakan pikiran kita jernih dan segar kembali. Pada waktu ini sangat bagus untuk menyegarkan pikiran kita, sehingga beban hidup akan berkurang. 
Mengadulah kepada Allah Sang pemilik alam dan hanya kepada-Nya kita meminta dan Allah akan memberikan apa yang kita minta.

4. Meningkatkan kekebalan tubuh
Melaksanakan shalat tahajud di sepertiga malam serta dilakukan dengan gerakan-gerakan akan menjadi terapi penyakit yang ada di tubuh kita. Telah dilakukan riset bahwa secara bioteknologi shalat tahajud dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang. 
Hal tersebut akan menjadikan tubuh kita kebal dari serangan penyakit, karena sistem imun kita sudah kuat. Melaksanakan shalat tahajud sangat baik bagi penderita penyakit berat, seperti kanker.

5. Menghindari penyakit infeksi pernapasan
Menurut pakar kesehatan Universitas Indonesia, untuk melakukan gaya hidup sehat yaitu membiasakan diri melaksanakan shalat tahajud. Shalat tahajud akan mendorong tubuh meningkatkan kesehatan dan menyembuhkan berbagai penyakit pernapasan.

6. Menjaga Kecantikan dan Ketampanan
Orang yang melaksanakan shalat tahajud akan terjamin kecantikan dan ketampanannya. Manfaat shalat tahajud setiap malam yang satu ini banyak didambakan oleh orang. Shalat tahajud akan menjadi terapi untuk kecantikan dan ketampanan baik secara lahir maupun bathin.

Demikian beberapa manfaat shalat tahajud setiap malam yang dapat kita peroleh, baik itu manfaat yang kita rasakan di dunia maupun manfaat di akhirat kelak. Untuk itu marilah kita tanamkan niat untuk melaksanakan shalat tahajud setiap malam dan selalu istiqomah melaksanakannya.







       

Umat Akhir Zaman Yang Sangat Dicintai Oleh Nabi Muhammad SAW.



Kabar gembira teruntuk umat Nabi Muhammad SAW di Indonesia. Pada Sabtu malam Ahad kemarin (15/3/2014) dalam acara rutin Majelis Riyadhul Jannah bertempat di Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dihadiri puluhan ribu muslimin, KH Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi, Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syifaa wal Mahmuudiyah Sumedang melakukan klarifikasi atas beredarnya berita yang menyatakan “Umat Islam Indonesia adalah umat yang sangat dicintai Nabi Muhammad SAW”.
Di beberapa media Islam ahlussunnah telah ramai tersebar sebuah kisah perjumpaan seorang ulama dengan Rasulullah SAW di Madinah. Ulama tersebut mengatakan bahwa Rasulullah SAW sangat mencintai Bangsa Indonesia karena mereka adalah umatnya yang sangat mencintainya yakni mencintai Rasulullah SAW. KH Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi menegaskan akan kebenaran kisah tersebut, tetapi ulama yang berjumpa Nabi SAW tersebut bukanlah Prof. DR. al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki melainkan gurunya.
KH Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi pun menceritakan bahwa kejadian ini terjadi beberapa tahun yang lalu ketika beliau bertemu dengan ulama-ulama besar di pinggir makam Rasulullah SAW. Saat itu ada seorang ulama, salah satu Guru Mursyid Thariqah yang bernama Al ‘Allamah Al ‘Arifbillah Syaikh Utsman melihat KH Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi dan bertanya tentang nama dan asal usulnya. Setelah Syaikh Utsman tahu beliau berasal dari Indonesia, Syaikh Utsman ini lalu menceritakan sebuah rahasia yang belum pernah dibuka kepada siapapun dan ini adalah sebuah berita kabar gembira bagi umat Islam di Indonesia.
Syaikh Utsman mengatakan dulu beliau bersama gurunya pernah berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Guru Syaikh Utsman yang dimaksud ini juga adalah guru yang sama dari gurunya Prof. DR. al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki. Ketika berziarah Guru Syaikh Utsman ini langsung masuk ke dalam makam Rasulullah SAW. Di sana, Guru Syaikh Utsman bertemu secara langsung dengan Rasulullah SAW secara nyata bukan mimpi dan beliau melihat lautan manusia di Hujrah Syarifah. Lautan manusia yang begitu sangat banyak terlihat sepanjang mata memandang. Lautan manusia yang tidak bisa terhitung jumlahnya dengan suku yang bermacam-macam dan bahasa yang bermacam-macam pula. Beliau lalu melirik ke suatu tempat ternyata terbentang luas tak terhitung di sana ada sekelompok orang yang wajahnya berbeda dengan wajah orang Timur Tengah atau Arab dan jumlahnya adalah terbanyak diantara sekian lautan manusia yang ada di Hujrah Syarifah.
Guru Syaikh Utsman pun kaget dan bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, siapakah mereka?”.
Rasulullah SAW menjawab, “Mereka adalah kekasih-kekasihku yang mencintaiku dari Indonesia”.
Subhanalloh, ini adalah kisah nyata yang diceritakan langsung oleh seorang ulama kepada KH Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi. Dan beliau mengklarifikasi atas kebenaran cerita ini saat menghadiri rutinan Majelis Riyadlul Jannah Malang. Dalam ceramah KH Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi yang lain di waktu yang berbeda disebutkan Guru Syaikh Utsman ini kemudian menangis terharu dan terkejut. Lalu beliau keluar dan bertanya kepada para jama’ah, “Mana orang Indonesia? Aku sangat cinta kepada Indonesia”.
Semoga ini menjadi kabar gembira bagi umat Islam di Indonesia dimanapun berada. Teruslah berjuang dan berdakwah agar umat Islam di Indonesia khususnya bisa terus dan terus mencintai Baginda Nabi Muhammad SAW.
Dalam sebuah riwayat Hadist Qudsi dikisahkan.. Ketika itu Rasulullah SAW tengah duduk berkumpul bersama para sahabat. Di situ ada Abu Bakar, Umar, Utsman, Sayyidina Ali dan sahabat lainnya. Kemudian Rasulullah SAW bertanya : "Wahai sahabatku, tahukah kalian siapa hamba Allah yang paling mulia di sisi-Nya?"
Para sahabat terdiam. Lalu seorang sahabat berkata : "Para Malaikat, Rasulullah, merekalah yang mulia." Lalu Rasulullah menjawab : "Ya, para Malaikat itu mulia, mereka dekat dengan Allah dan mereka sentiasa bertasbih dan beribadah kepada Allah, tentulah mereka mulia tapi bukan itu yang aku maksudkan."
Lalu para sahabat kembali terdiam, tiba-tiba seorang sahabat kembali berkata :"Ya Rasulullah, tentu para nabi, merekalah yang mulia itu."
Rasulullah tersenyum. Beliau berkata :"Ya, para Nabi itu mulia, mereka adalah utusan Allah di muka bumi. Bagaimana mungkin mereka tidak mulia, mereka itu mulia. Tapi ada lagi yang lain."
Para sahabat terdiam. Lalu salah seorang sahabat berkata :"Apakah kami sahabatmu, ya Rasulullah? Apakah kami yang mulia itu?"
Rasulullah memandang wajah mereka semua satu persatu. Beliau tersenyum melihat para sahabat. 
Lalu Beliau berkata :"Tentulah kalian mulia. Kalian dekat denganku. Kalian membantu perjuanganku, mana mungkin kalian tidak mulia. Tentulah kalian mulia, tetapi ada yang lain yang mulia."
Para sahabat terdiam, mereka tidak mampu berkata apa-apa lagi. Tiba-tiba, Rasulullah menundukkan wajahnya. Beliau menangis di hadapan para sahabat. Lalu para sahabat bertanya :"Mengapa engkau menangis ya Rasulullah?"
Rasulullah mengangkat wajahnya, terlihat bagaimana air mata berlinang membasahi pipi dan janggutnya. Lalu beliau berkata : "Wahai sahabatku, tahukah kalian siapa yang mulia itu? Mereka adalah manusia-manusia. Mereka akan lahir jauh setelah wafatku nanti. Mereka begitu mencintai Allah. Dan tahukah kalian, mereka itu tak pernah memandangku. Mereka tidak pernah melihat wajahku. Mereka hidup tidak dekat dengan aku seperti kalian. Tapi mereka begitu rindu kepadaku. Dan saksikanlah wahai para sahabatku semuanya, akupun rindu kepada mereka. Mereka yang mulia itu, mereka itulah ummatku."
Kembalai Rasulullah SAW meneteskan air matanya. Dan para sahabatpun ikut menangis penuh haru.
SubhanAllah. Allahumma Shalli Wasallim 'Ala Sayyidina Muhammad. Wa'ala Ali Sayyidina Muhammad.
Tak bosan-bosan kami mengajak untuk memperbanyak Shalawat kepada Nabi. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang dicintai dan dirindukan Rasulullah SAW.
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad.
Silahkan share sebanyak-banyaknya informasi ini, agar semakin banyak orang yang tau dan semakin banyak orang yang cinta Rasulullah Sallalu Alaihi Wasallama
sumber : elhooda.net/